Andi Nirawati Soroti Layanan RS La Mappapenning, Direktur Ungkap Keterbatasan Anggaran Spesialis
MAKASSAR, ANIROFFICIAL.COM - Komisi E DPRD Sulsel menggela rapat dengan sejumlah OPD mitra kerja dalam rapat evaluasi Triwulan IV 2024 pada Jumat (17/1/2025). Rapat kerja dipimpin langsung oleh Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah didampingi Wakil Ketua Komisi, Sofyan Syam dan Sekretaris Komisi, dr. Fadli Ananda beserta anggota komisi lainnya. Rapat ini menghadirkan sejumlah OPD termasuk dari unsur rumah sakit seperti RSUD Labuang Baji, RSUD Sayang Rakyat dan RSUD Regional La Mappapenning.
Anggota Komisi E, Andi Nirawati, meminta penjelasan mengenai standar pelayanan yang dimiliki RSUD Regional La Mappapenning khususnya terkait dengan sertifikasi ISO.
“Menyikapi banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan rumah sakit di Sulsel, saya ingin tahu sejauh mana RS La Mappapenning telah memenuhi standar pelayanan,” ujarnya.
Andi Nirawati juga menanyakan persentase anggaran, karena menurutnya kebutuhan rumah sakit idealnya biaya operasional, investasi, pendidikan dan pelatihan.
“Dari anggaran yang digunakan dari PAD sudah dianggarkan berapa besar? agar target yang yang dituju bisa tergambarkan mulai dari target jangka pendek, menengah dan jangka panjangnya sehingga segala persoalan atau potensi yang ingin dicapai tergambarkan dari target yang ingin kita capai baik dari segala sektor seperti operasional, hingga medis,” kata Legislator Gerindra ini.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Regional La Mappapenning, dr. Erwan Tri Sulistyo mengakui bahwa rumah sakit yang dipimpinnya masih kekurangan dokter spesialis.
“Ada 22 dokter termasuk dokter umum dan gigi. Dokter spesialis sebanyak 14 termasuk kami menggunakan reside untuk menyikapi ketiadaan dokter yg berminat ke rumah sakit kami,” kata dr. Erwan.
Dr. Erwan berharap ada penambahan dokter sampai 30 orang dengan berbagai spesialisnya .
” Pada tahun 2025 ini, kami hanya sampai 9 bulan saja untuk pemberian insentif dokter spesialis, tak cukup setahun, karena memang anggaran kami sangat terbatas untuk pemberian insentif,” ungkapnya,
Untuk Standar Rumah Sakit, dr. Erwan menyebut bahwa rumah sakit yang dipimpinnya mendapatkan predikat paripurna.
“Kami diwajibkan untuk membuat standar melalui akreditasi rumah sakit. Pada akhir 2023 dengan lembaga akreditasi LAN KPRS mendapatkan akreditasi predikat paripurna,” bebernya
Mengenai anggaran, dr. Erwan mengungkapkan bahwa meskipun RS La Mappapenning terus berkembang, mereka masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anggaran.
“Jujur saja, kami agak kesulitan menentukan berapa besar anggaran yang dibutuhkan, tetapi kami mematok untuk obat sebesar 20 persen dari anggaran yang tersedia, dan untuk pelatihan sebesar 5 persen. Kami mencoba memetakan kebutuhan tersebut,” pungkas dr. Erwan. (*)
💬 Komentar
Belum ada komentar.